Mengapa Map Game Terasa Lebih Besar?

Ketika memainkan game online, pemain terkadang merasa telah menjelajahi dunia yang sangat luas. Perjalanan dari satu kota menuju kota lain membutuhkan waktu, banyak tempat dapat ditemukan, dan setiap wilayah terlihat memiliki karakter yang berbeda.

Namun, ukuran map sebenarnya belum tentu sebesar yang dibayangkan pemain. Developer dapat menggunakan berbagai teknik desain map game untuk menciptakan kesan dunia yang lebih luas.

Jalan yang tidak lurus, perubahan ketinggian, batas pandangan, hingga kecepatan karakter dapat memengaruhi cara pemain merasakan jarak. Dengan teknik yang tepat, area yang tidak terlalu https://rajazeusgame.games/ besar tetap mampu memberikan pengalaman eksplorasi yang panjang.

Jalan Memutar Membuat Perjalanan Terasa Panjang

Jika pemain dapat berjalan lurus dari titik A menuju titik B, mereka akan lebih mudah memperkirakan jaraknya.

Developer sering menghindari kondisi tersebut.

Jalan dapat berbelok mengikuti bukit, melewati hutan, turun menuju lembah, kemudian kembali naik menuju tujuan. Meskipun jarak lurus antara dua lokasi sebenarnya dekat, jalur yang harus pemain tempuh menjadi lebih panjang.

Selain itu, jalan memutar membuat pemain tidak dapat langsung melihat tujuan akhir.

Hal tersebut membantu menciptakan kesan bahwa lokasi tujuan berada jauh dari posisi awal.

Bukit dan Bangunan Membatasi Pandangan

Pemain akan lebih mudah memahami ukuran suatu area jika dapat melihat seluruh map dari satu tempat.

Karena itu, developer dapat menggunakan gunung, gedung, pepohonan, tebing, atau struktur besar untuk membatasi pandangan.

Bayangkan sebuah kota berada tepat di balik bukit. Pemain tidak dapat melihatnya ketika memulai perjalanan.

Setelah mencapai puncak, kota tersebut baru muncul di kejauhan.

Teknik seperti ini membuat dunia dalam game terasa memiliki banyak lapisan. Pemain terus menemukan sesuatu yang sebelumnya tersembunyi oleh lingkungan.

Perubahan Lingkungan Memberikan Kesan Sudah Berjalan Jauh

Variasi area juga sangat berpengaruh.

Pemain mungkin memulai perjalanan dari desa, memasuki hutan, melewati sungai, kemudian mencapai daerah pegunungan.

Walaupun seluruh perjalanan hanya menggunakan sebagian kecil map, perubahan lingkungan memberikan kesan bahwa pemain sudah berpindah cukup jauh.

Developer dapat memperkuat efek tersebut melalui warna, cuaca, musik, jenis tanaman, arsitektur, dan musuh yang berbeda.

Semakin jelas identitas setiap area, semakin mudah pemain merasa sedang mengunjungi wilayah baru.

Kecepatan Karakter Memengaruhi Persepsi Jarak

Ukuran map juga terasa berbeda berdasarkan kecepatan pemain bergerak.

Map yang membutuhkan waktu sepuluh menit untuk diseberangi dengan berjalan kaki dapat terasa cukup besar. Namun, map yang sama akan terasa jauh lebih kecil jika pemain menggunakan kendaraan berkecepatan tinggi.

Karena itu, developer mempertimbangkan kecepatan pergerakan karakter ketika merancang dunia.

Game dapat menyediakan berjalan kaki pada awal permainan, kemudian memberikan kendaraan atau kemampuan perjalanan cepat setelah pemain mengenal lingkungan.

Dengan cara tersebut, dunia terasa luas ketika pertama kali dijelajahi tetapi tidak melelahkan ketika pemain harus kembali ke lokasi lama.

Landmark Membantu Menciptakan Jarak

Landmark seperti kastel, gunung, menara, atau gedung tinggi juga membantu membentuk persepsi ukuran map.

Developer dapat menampilkan sebuah menara dari kejauhan. Pemain melihatnya sejak awal, tetapi membutuhkan perjalanan cukup panjang untuk mencapainya.

Selama perjalanan, ukuran menara perlahan terlihat semakin besar.

Perubahan tersebut memberikan gambaran tentang jarak yang sudah pemain tempuh.

Landmark juga membantu pemain memahami hubungan antarwilayah tanpa harus terus membuka peta.

Jalur Sempit Bisa Menghubungkan Area Besar

Lorong, gua, jembatan, terowongan, atau jalan sempit sering berfungsi sebagai penghubung antararea.

Misalnya, pemain meninggalkan hutan kemudian memasuki sebuah gua. Setelah beberapa menit, mereka keluar dan menemukan wilayah gurun.

Perjalanan melalui area penghubung menciptakan pemisahan antara kedua lokasi.

Pemain tidak melihat bagaimana hutan langsung berubah menjadi gurun. Karena itu, otak lebih mudah menerima bahwa kedua wilayah tersebut berada cukup jauh.

Teknik ini juga membantu developer mengatur transisi lingkungan dengan lebih alami.

Detail Kecil Membuat Area Terasa Padat

Map yang besar tetapi kosong belum tentu terasa menarik.

Sebaliknya, area yang lebih kecil dapat terasa luas ketika memiliki banyak hal untuk ditemukan.

Developer dapat menambahkan rumah, jalur alternatif, NPC, bangunan terbengkalai, sungai, gua, atau tempat tersembunyi.

Pemain kemudian tidak hanya bergerak menuju tujuan utama. Mereka berhenti, memeriksa lingkungan, dan mengambil jalan lain.

Waktu eksplorasi menjadi lebih panjang sehingga map game terasa lebih besar.

Perjalanan Vertikal Menambah Ruang Eksplorasi

Ukuran dunia tidak hanya berasal dari panjang dan lebar.

Developer juga dapat memanfaatkan ketinggian.

Sebuah area dapat memiliki permukaan tanah, gedung bertingkat, terowongan bawah tanah, atap, dan gua di bawahnya.

Semua tempat tersebut berada dalam wilayah yang hampir sama jika dilihat dari atas. Namun, pemain mendapatkan lebih banyak ruang untuk dijelajahi.

Desain vertikal sangat berguna untuk membuat map terasa padat tanpa harus memperluas batas dunia secara berlebihan.

Fast Travel Biasanya Tidak Langsung Diberikan

Beberapa game meminta pemain mengunjungi lokasi terlebih dahulu sebelum membuka fast travel.

Keputusan ini memiliki alasan.

Perjalanan pertama memberikan kesempatan kepada pemain untuk memahami jarak, menemukan landmark, dan mengenal lingkungan.

Setelah pemain memahami dunia tersebut, perjalanan cepat membantu mengurangi waktu ketika mereka harus kembali.

Jika fast travel tersedia terlalu cepat, pemain dapat melewatkan banyak bagian lingkungan sehingga map justru terasa lebih kecil.

Penutup

Map game terasa lebih besar bukan hanya karena ukuran sebenarnya. Developer dapat membentuk persepsi pemain melalui jalan memutar, perubahan ketinggian, batas pandangan, kecepatan karakter, landmark, dan variasi lingkungan.

Detail kecil dan tempat tersembunyi juga membuat pemain menghabiskan lebih banyak waktu di setiap wilayah. Sementara itu, gunung, bangunan, serta terowongan membantu memisahkan area sehingga dunia terasa memiliki jarak yang lebih nyata.

Karena itu, developer tidak selalu membutuhkan map yang sangat luas untuk menciptakan pengalaman eksplorasi yang besar. Dengan desain map game yang tepat, dunia yang relatif terbatas tetap dapat membuat pemain merasa sedang melakukan perjalanan panjang menuju tempat yang jauh.

 

Baca juga : Pengantar Performa Chipset Modern pada Smartphone